Senin, 29 Oktober 2012

INJIL BARNABAS DAN SANGGAJAN DR. ROBERT .MOREY



               PENOLAKAN   PENGANUT   KRISTEN TERHADAP
INJIL  BARNABAS DAN TANGGAPAN ATASNYA

Ada yang aneh pada sikap penganut Kristen terhadap keberadaan INJIL BARNABAS . Sikap mereka hanya menunjukkan kekacauan fikiran mereka . Mereka menyodok ummat Islam atas sambutan ummat Islam terhadap Injil Barnabas , yang sebenarnya juga tidak berlebih-lebihan kecuali sekedar kagum saja, karena tidak bermakna apa-apa bagi penegakan akidah Islam.  Tetapi di sisi lain penganut Kristen justru mencoba  mempengaruhi dan mengajak ummat Islam untuk menolak INJIL BARNABAS dengan alasan bahwa beberapa hal yang diungkapkan dalam INJIL BARNABAS - tetapi sebenarnya tidak substantif – bertentangan dengan Al Qur’an . Ini berperilaku ganda namanya  dan menunjukkan sikap tidak jujur. Mengajak ummat Islam menolak Injil Barnabas karena ” bertentangan dengan ajaran Al Qur’an ” padahal yang sebenarnya BERTENTANGAN DENGAN DOGMA KRISTEN ! Lebih lucu lagi mengajak ummat Islam menolak Injil Barnabas dengan alasan karena ” bertentangan dengan ajaran Al Qur’an ” padahal yang tercantum dalam PERJANJIAN BARU BANYAK YANG BERTENTANGAN dengan Al Qur’an. Dan yang tidak lucu  tetapi sangat tidak bermoral, mengajak ummat Islam menolak Injil Barnabas dengan alasan karena ” bertentangan dengan ajaran Al Qur’an ” ketika di sisi lain justru menuduh ummat Islam yang mengarang Injil Barnabas.
Penolakan atas INJIL BARNABAS yang dilakukan penganut Kristen dengan tulisannya tersebut  - dengan mengabaikan kesamaan-kesamaan yang ada dan begitu banyak antara INJIL BARNABAS dengan Injil-Injil Kanonik ( Matius, Markus , Lukas dan Yahya ) - karena INJIL BARNABAS mengungkapkan hal-hal yang bertentangan sama sekali dengan ajaran dan dogma gereja Kristen sekarang, dan di sisi lain  menunjukkan kesamaan dengan ajaran Islam dan Al Qur’an , sebagaimana yang telah disajikan yaitu  : 
1.        Penolakan Yesus atas klaim orang atas dirinya sebagai TUHAN dan ANAK ALLAH.
2.       Pengakuan Yesus  bahwa  dirinya  bukan  Messias  yang dijanjikan dan dinanti-nantikan kedatangannya oleh segala bangsa dan seluruh ummat manusia .
3.        Pengakuan Yesus bahwa beliau adalah Nabi yang diutus hanya kepada Bani Israil.
4.       Pengakuan Yesus bahwa anak Ibrahim yang terkait dengan peristiwa korban adalah Ismail, bukan Ishak. Dan dari Ismail inilah , munculnya Messias yang dijanjikan itu  dan Messias itu  bernama MUHAMMAD .
5.        Pengakuan Yesus bahwa Nabi Akhir Zaman adalah MUHAMMAD .
6.        Pengakuan Yesus bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai Pemberi Safa’at di hari kiamat
7.        Pengakuan Yesus bahwa dirinya akan dikhianati oleh salah seorang muridnya dan murid inilah yang nanti ditangkap dan disalib , bukan dirinya . Tetapi orang menyangka bahwa dirinyalah yang ditangkap dan disalib .
8.       Memuat cerita tentang penangkapan dan penyaliban atas diri Yudas Iskariot , sedangkan Yesus sendiri diangkat ke langit , selamat dari upaya pembunuhan yang direncanakan orang-orang Yahudi dan dilaksanakan oleh pasukan Romawi .
Aspek-aspek inilah yang bertentangan dengan ajaran dan dogma Kristen yang sangat pokok  dan justru menunjukkan kesamaan dengan ajaran Islam . Inilah sebenarnya yang menjadi alasan , mengapa penganut Kristen menolak INJIL BARNABAS , sekalipun begitu banyak aspek lain yang menunjukkan kesamaan INJIL BARNABAS dengan Injil-Injil Kanonik  ( Matius, Markus , Lukas dan Yahya ). 
Pertentangan antara INJIL BARNABAS dengan INJIL-INJIL KANONIK yang disebutkan di atas telah memunculkan sanggahan penolakan pihak Kristen atas INJIL BARNABAS. Slalah seorang di antaranya adalah Dr. Robert A. Morey. Berikut disajikan sanggahan Dr. Robert A. Morey dan tanggapan atasnya.

Tidak diragukan lagi , sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu dari tulisan ini, bahwa INJIL BARNABAS bertentangan sepenuhnya dengan kepercayaan dan dogma Kristen . Menangani perbedaan INJIL BARNABAS dengan kepercayaan dan dogma Kristen , itu menjadi urusan penganut Kristen sendiri . Kita ummat Islam hanya membicarakan isu pertentangan INJIL BARNABAS dengan Al Qur’an yang dikemukakan Dr. Robert A. Morey bukunya “ THE ISLAMIC INVASION “  .

1.   Dr. Robert A. Morey berkata : “ Dan yang lebih penting lagi , INJIL BARNABAS banyak mengandung pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan dengan pengajaran-pengajaran yang terdapat di dalam Kitab Al-Quran , Hadist dan Alkitab. INJIL BARNABAS bertentangan dengan ketiga-tiganya dalam tiga bentuknya yang berbeda pula   .
Motivasi apa yang mendorong Dr.Robert A. Morey harus membawa-bawa Kitab Al-Quran dan Hadist untuk dipertentangkan dengan Injil Barnabas ? Apakah agar ummat Islam juga ikut bersama-sama ortodoksi Kristen menolak Injil Barnabas ? Tidak diperlukan dan ” permintaan ” demikian sangat kekanak-kanakan . Ummat Islam tidak membutuhkan Injil Barnabas untuk menyampaikan kebenaran Islam , karena kekuatan Islam dengan dasar Tahudi dan Al Qur’an sudah merupakan jaminan kebenarannya yang tidak bisa dibantah pihak Kristen .
Kalau bertentangan dengan Alkitab ( Bibel ) yang menyangkut aspek kepercayaan pokok ke-Kristenan, sudah jelas dan tidak diragukan lagi, memang INJIL BARNABAS sangat bertentangan dengan BIBEL tetapi memiliki kesamaan dengan ajaran Islam  termasuk sejumlah ajaran moral. Lalu apanya yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist ? Hal ini dapat dibaca beberapa ajaran pokok sebagaimana yang telah dikutipkan dalam bagian 6 . Tetapi untuk hal-hal lain seperti cerita kisah kegiatan dan sejumlah ucapan Yesus Kristus justru INJIL BARNABAS banyak sekali menunjukkan kesamaan dengan INJIL-INJIL KANONIK . Berikut ditunjukkan beberapa contoh kecil mengenai ayat-ayat  yang menunjukkan kesamaan  pernyataan INJIL BARNABAS dengan BIBEL ( yi. PERJANJIAN BARU )  yang disajikan dalam tabel  berikut :
            INJIL BARNABAS
PERJANJIAN BARU
-   Bagian Pendahuluan  ayat 4
-      Bagian Pendahuluan  ayat 5
-      Pasal 1
-      Pasal 2
-      Pasal 3
-      Pasal 4
-      Pasal 5 , pasal 6
-   dan seterusnya
-  KRR. 9 : 20
-  KRR.22: 2-4 dan Galatia 1: 13-17
 -  Lukas 1
 -  Matius 1 ,  Lukas 1, Lukas 2
 -  Lukas  2   dan Lukas 3
 -  Lukas 1 , Lukas 2 , Matius 2
 -  Lukas  2 , Matius 2
 -  dan seterusnya .
Ini baru contoh kecil . Lebih luas dapat dibaca pada bagian 7  PERBANDINGAN SAJIAN BEBERAPA PERISTIWA ANTARA INJIL KANONIK DENGAN INJIL BARNABAS  ” yang menunjukkan sejumlah kesamaan Injil Barnabas dengan Injil Kanonik . Pembaca yang berminat melihat kesamaan INJIL BARNABAS dengan Injil-Injil yang diakui kanonik oleh gereja dan penganut Kristen  dapat melakukan kajian perbandingan  Injil Barnabas dengan Injil-Injil tersebut . Dari contoh yang disajikan , jelas sekali sesungguhnya INJIL BARNABAS banyak menyajikan cerita  tentang  Yesus Kristus  yang sama dengan yang disajikan BIBEL ( yi. Perjanjian Baru ) kecuali untuk hal-hal yang menyangkut keimanan pokok  sebagaimana yang sudah dibahas dan diungkapkan terdahulu .
Selanjutnya ada dua hal yang perlu dikritisi atas pernyataan  Dr.Robert A. Morey , yaitu :
a.      Dr.Robert A.Morey sama sekali tidak menunjukkan pernyataan-pernyataan dalam INJIL BARNABAS yang menentang Al Qur’an dan Hadist. Rupanya Dr.Robert A. Morey hanya bisa mengeluarkan statemen kosong  tetapi tidak mampu menunjukkan fakta pernyataan dalam INJIL BARNABAS terutama yang berkaitan dengan dasar kepercayaan Islam untuk membuktikan adanya pertentangan INJIL BARNABAS dengan Al Qur’an dan Hadist, kecuali dua contoh yaitu makan babi dan poligami. Dan itupun masih dipertanyakan dan perlu didiskusikan. Dan pada saatnya , kedua hal itu akan dibuktikan dan ternyata Dr.Robert A. Morey telah melakukan kesalahan atau mungkin kebohongan yag disengaja.
b.    Pernyataan Dr. Robert A. Morey  ini  ada yang  perlu dikritisi sebab  hanya benar jika ajaran yang terkandung dalam INJIL BARNABAS , semata-mata ajaran BARNABAS , bukan ajaran Yesus Kristus. Tetapi yang ditulis dalam INJIL BARNABAS adalah sepenggal kisah kehidupan Yesus dan ucapan-ucapan pengajarannya sehingga tidak ada sama sekali yang namanya ajaran Barnabas. Oleh karena itu, baru benar mempertentangkannya – antara Injil Barnabas dengan Al Qur’an dan Hadist - jika Dr. Robert A. Morey mengatakan : “ … pernyataan-pernyataan Yesus yang diceritakan dalam INJIL BARNABAS saling bertentangan dengan pengajaran-pengajaran yang terdapat di dalam Kitab Al Quran dan Hadist  …. “. Jadi ada kekaburan yang mungkin saja mengandung kebohongan tersembunyi dalam pernyataan Dr.Robert A.Morey ini .
c.     Pernyataan Dr. Robert A. Morey : “ …. INJIL BARNABAS bertentangan dengan ketiga-tiga- nya dalam tiga bentuknya yang berbeda pula   adalah  satu pernyataan yang sangat kabur. Apanya yang bertentangan dengan Al Qur’an ? Apa yang bertentangan dengan  Hadist ? Kalau dengan Injil Kanonik , jelas Injil Barnabas bertentangan, sebagaimana yang akan diuraikan pada bagian-bagian berikut, terutama yang menyangkut dogma Kekristenan. Tetapi hal-hal lain di luar dogma Kekristenan misalnya seperti peristiwa mukjizat Yesus , INJIL BARNABAS justru banyak menunjukkan kesamaan dengan BIBEL . Jika Injil Barnabas dikatakan bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist , apakah itu substantif untuk dipermasalahkan ? Ini yang seharusnya disajikan Dr. Robert A. Morey jika benar ia ingin menyajikan satu karya yang ilmiah .
Selanjutnya dua contoh yang dikemukakan Dr.Robert A. Morey sebagai bukti INJIL BARNABAS menentang Al Qur’an dan Hadist adalah soal makan babi dan pengutukan terhadap poligami . Lucunya , contoh ini sebenarnya menunjukkan kesejajaran antara INJIL BARNABAS dengan BIBEL ( khususnya dengan Perjanjian Baru ) sekarang. Lalu mana yang dikatakannya bahwa INJIL BARNABAS menentang BIBEL ? Kedua contoh yang dikemukakan Dr.Robert A. Morey, perlu ditanggapi dan dijelaskan sebagai berikut  :
1.    Menurut Dr.Robert A. Morey , INJIL BARNABAS mengijinkan seseorang memakan daging babi , sementara Kitab Al-Quran malah mengharamkannya. Tentu ini menunjukkan pertentangan INJIL BARNABAS dengan Al Qur’an dan Hadist . Itu yang dimaksudkan Dr.Robert A. Morey.  Apa benar Injil Barnabas mengizinkan makan babi ?
Telah dikemukakan , INJIL BARNABAS keseluruhannya memuat kisah kehidupan dan ucapan-ucapan Yesus dan sama sekali tidak ada ajaran Barnabas. Oleh karena itu, jika Dr.Robert A. Morey mengatakan bahwa INJIL BARNABAS mengijinkan seseorang memakan daging babi , berarti harus dipahami, Injil Barnabas memuat ajaran Yesus tentang kebolehan makan babi. Jika sungguh-sungguh demikian, berarti INJIL BARNABAS telah menyajikan ketidak-benaran tentang ajaran Yesus Kristus , sebab Yesus Kristus berpegang pada hukum Taurat , yang syari’atnya antara lain mengharamkan makan babi . Tetapi ini harus dibuktikan terlebih dahulu . Menjadi pertanyaan , pada pasal berapa dan ayat berapa dalam Injil Barnabas itu yang memuat ajaran Yesus tentang keizinan makan babi ? Dr.Robert A.Morey atau siapapun pendukungnya harus menunjukkan dalil-dalil tentang itu supaya tidak dikatakan seorang tukang fitnah dan pembohong Mengapa Dr.Robert A.Morey hanya menyajikan statemen tanpa menunjuk dalilnya ? Jawabannya sangat jelas, yaitu Dr.Robert A.Morey sengaja berbohong tentang itu. Seorang “ DOKTOR “ entah di bidang apa, menyajikan kebohongan melalui tulisan “ ilmiah “ untuk mempertahankan fondasi lapuk agama  Kristen  yang  dianutnya. Untuk  menegakkan  agama  Kristen,  mengapa  harus menyajikan argumentasi dengan cara berdusta ?
Penulis sudah mengulang-ulang membaca INJIL BARNABAS, tetapi tidak menjumpai di dalamnya yang berisi ajaran atau ucapan Yesus Kristus yang membolehkan makan babi. Memang dalam INJIL BARNABAS 146 : 8 - 9  ada disinggung soal babi . Kita kutipkan berikut :
Kemudian dusun  itu ditimpa  oleh  musim paceklik yang hebat sehingga orang yang sial itu pergi untuk memburuh kepada salah seorang penduduk dan ia dijadikan penggembala babi dalam pekarangannya .
Di waktu ia menggembalanya ia biasa meringankan laparnya dengan memakan buah balut bersama babi-babi itu .
Perlu diketahui , Yesus Kristus dalam menyampaikan ajarannya seringkali dalam bentuk perumpamaan . Apa yang terbaca dalam INJIL BARNABAS  146 : 8-9  , bukan ajaran Yesus untuk makan babi, apalagi dikatakan sebagai ajaran Barnabas , melainkan bagian cerita perumpamaan dari Yesus tentang seorang anak yang berdosa  kemudian  menyesal  dan  taubat . Jadi dalam ayat itu tidak ada ajaran Yesus yang ditulis Barnabas tentang kebo-lehan makan babi.  Atau dapat pula kita baca dalam INJIL BARNABAS ayat  32 :  31-34  yang dikutipkan berikut  :
Sesungguhnya kukatakan kepadamu sekalian bahwa makan roti dengan tangan yang tidak bersih tidak akan menajiskan seorang karena sesuatu yang masuk ke dalam manusia tidak menajiskan manusia itu , tetapi yang keluar dari manusia itu menajiskan manusia .
Ketika itu , berkatalah salah seorang dari ahli Torat : “ Apabila aku makan daging babi atau daging-daging najis yang lain , tidakkah itu menajiskan hatiku ? “ .
Yesus menjawab : “ Sesungguhnya maksiat itu tidak memasuki manusia tetapi ia keluar dari hati manusia . Oleh karena itulah akan menjadi najis apabila ia makan makanan yang haram.
Cerita ayat INJIL BARNABAS pasal 32 : 31-34 bukan ajaran INJIL BARNABAS yang membolehkan makan babi sehingga dikatakan bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist melainkan menceritakan dialog antara Yesus dengan ahli Torat  yang bermula ketika ahli Torat yang mempermasalahkan murid-murid Yesus yang makan roti tanpa membasuh tangan  Mengapakah para muridmu tidak memelihara adat kebiasaan orang tua-tua kita , dengan tanpa mencuci tangan mereka sebelum makan roti ? “ ( ayat 5 ) . Hal ini dijawab oleh Yesus : “Sesungguhnya kukatakan kepadamu sekalian bahwa makan roti dengan tangan yang tidak bersih tidak akan menajiskan seorang karena sesuatu yang masuk ke dalam manusia tidak menajiskan manusia itu, tetapi yang keluar dari manusia itu menajiskan manusia “. Atas jawaban Yesus , ahli Torat mendebat dengan mengajukan pertanyaan sanggahan :  Apabila aku makan daging babi atau daging-daging najis yang lain, tidakkah itu menajiskan hatiku ? “. Jadi kata-kata “ apabila aku makan daging babi “ bukanlah perkataan Yesus Kristus apalagi ajaran Barnabas, melainkan pernyataan Ahli Torat yang mengajukan permasalahan  kepada Yesus . Pertanyaan sanggahan ahli Torat  ditutup Yesus dengan penegasan : “ Oleh karena itulah akan menjadi najis apabila ia makan makanan yang haram “ yang berarti  BABI ITU  HARAM .  Lalu  mana  ayat  dalam  INJIL  BARNABAS  yang berisi ajaran Yesus boleh makan babi sehingga  dikatakan bertentangkan dengan Al Qur’an ?
Sebenarnya , cerita dialog antara Yesus dengan ahli Torat  dengan tema  makan roti tanpa mencuci tangan “ , justru ada dalam Bibel ( Perjanjian Baru )  yang sekarang menjadi kitab suci agama Kristen . Cuma tidak disebutkan pertanyaan ahli Torat mengenai kenajisan dalam masalah makan daging babi . Baca  ayat Markus  7  : 15 , 19 ( band : ayat Matius 15 : 11, 17 dan Lukas 11 : 40 , 41  )  :
Tiadalah  barang  sesuatupun  yang  datang  dari  luar  orang  serta  masuk  ke dalamnya dapatmenajiskan dia ; hanyalah barang yang keluar dari dalam orang , itulah yang menajiskan dia . Karena itu bukannya masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut lalu ke luar ke dalam jamban, dengan demikianlah membersihkan segala makanan itu
Ini menjadi bukti bahwa pada dasarnya INJIL BARNABAS menyajikan cerita tentang Yesus dan ajaran-ajarannya  , sama dengan Injil-Injil Kanonik kecuali hal-hal yang menjadi fondasi akidah yaitu Yesus bukan Tuhan dan bukan Anak Allah melainkan hanya manusia biasa yang diangkat sebagai Nabi /Rasul Allah; Yesus tidak mati disalib , dikubur tiga hari tiga malam , melainkan yang disalib adalah Yudas, sedangkan Yesus diangkat ke langit ; Mesiah yang dijanjikan bukan datang dari turunan Ishak melainkan datang dari turunan Ismail , sehingga Yesus bukanlah Messiah ; Yesus adalah nabi yang diutus hanya kepada Bani Israil , bukan untuk seluruh ummat manusia ; sebagian besar yang disajikan bahwa Rasul Akhir Zaman atau Messiah adalah Muhammad SAW , bukan Yesus .
Sebenarnya  kita  tidak  usah  berpayah – payah mencari  ayat dalam INJIL BARNABAS yang berisi ajaran Yesus yang menghalalkan makan babi , sebab pada ayat  23 : 28 INJIL BARNABAS ditegaskan perkataan Yesus : “ Agar tidak melanggar syariat Allah yang dikaruniakan kepada Musa , hamba-Nya dan tidak berkhidmat kepada segala tuhan yang dusta dan palsu itu “ . Tidak boleh makan babi adalah syariat Musa . Lalu bagaimana mungkin ada pernyataan Yesus dalam INJIL BARNABAS yang melanggar syariat Musa  dan bertentangan dengan penegasan Yesus pada ayat 23 : 28 tersebut ? Memang pada bagian PENDAHULUAN dari INJIL BARNABAS, ada ditulis demikian : “  Mereka menghalalkan tiap daging yang najis  “ . Harap diingat , ini bukan ajaran Yesus tentang kebolehan makan babi melainkan bagian kecaman BARNABAS akan kelompok penyesat  ( - Paulus termasuk di dalamnya - )  yang menghalalkan makanan  (- tentu termasuk makan babi -) yang tadinya diharamkan syariat Musa  .
Cerita kebolehan memakan barang-barang yang najis ( - dan inilah yang dipegang dan diikuti oleh penganut Kristen sekarang, sekaligus wujud dari pelanggaran syariat Musa -) dapat dibaca dalam Bibel ( yi. Perjanjian Baru ) pada Kisah rasul-Rasul ( KRR. 10 : 9-15 ) , yang mengisahkan visi Petrus  melihat langit terbuka  ( ayat 9-11 ) dan mendengar suara Tuhan dari langit yang menyuruhnya menyembelih dan memakan binatang-binatang berkaki empat dan binatang melata dan burung yang di udara  ( ayat 12-13 ) tetapi ditolak oleh Peterus dengan alasan haram dan najis ( ayat 14 ). Tetapi  suara “ itu mengabaikan keberatan Peterus dengan menegaskan : “ Barang yang dihalalkan Allah , jangan engkau haramkan “ ( ayat 15 ) . Penegasan lain tentang kebolehan memakan yang najis dan haram menurut Bibel dapat pula dijumpai dalam 1 Korintus 10 : 25 yang menyajikan pernyataan  ajaran Paulus :  Segala sesuatu halal tetapi bukan semuanya itu berfaedah . Maka segala sesuatu halal tetapi bukan semuanya itu menetapkan hati  “ , yang berarti babi boleh dimakan . Dan inilah dasar bagi penganut Kristen untuk memakan apa saja, tidak peduli syariatnya haram dan najis , hantam kromo saja semuanya. Tikus dan anjingpun dimakan. Biawak , kodok, cacing , monyet dan ular pun disantap. Semuanya merupakan pelanggaran terhadap syariat Musa dan itulah yang dikecam dalam INJIL BARNABAS : “ Mereka menghalalkan tiap daging yang najis “ ; bukan membolehkan makan babi . Jadi sebenarnya yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist  dalam masalah makan babi, bukan INJIL BARNABAS melainkan BIBEL ( Perjanjian Baru ). Tetapi mengapa masalah babi diangkat dengan tujuan mempertentangkan Injil Barnabas dengan Al Qur’an padahal Injil Barnabas tidak pernah menyatakan boleh makan babi ? Seharusnya Dr.Robert A. Morey tidak perlu berbohong dengan menyajikan contoh dusta untuk mengadu INJIL BARNABAS dengan Al Qur’an dan Hadist supaya ummat Islam ikut bersama-sama dengan pihak ortodoksi Kristen menolak INJIL BARNABAS. Janganlah pihak Kristen mengadu INJIL BARNABAS dengan Al Qur’an dan Hadist berdasarkan alasan yang tidak benar . Jika pihak Kristen fair dan jujur  cukuplah mengadu BIBEL dengan Al Qur’an , karena memang fakta yang ada menunjukkan demikian. Dan yang menarik untuk diperhatikan yaitu jika benar Injil Barnabas memuat ajaran boleh makan babi, justru yang demikian sejalan dengan ajaran dalam Perjanjian Baru . Oleh karenanya Injil Barnabas harus diterima oleh penganut Kristen , setidak-tidaknya oleh Dr. Rober A. Morey .
d.       Mengenai pernyataan Dr. Robert A . Morey : “ …INJIL BARNABAS mengutuk seseorang memiliki isteri lebih dari seorang , sementara Kitab Al-Quran mengijinkan sampai empat orang isteri …“ sebagai bentuk penentangan INJIL BARNABAS terhadap Al Qur’an , perlu dijelaskan . Sebagaimana yang telah ditegaskan sebelum ini, INJIL BARNABAS hampir keseluruhannya memuat kisah kehidupan dan ucapan-ucapan Yesus , sama sekali tidak ada ajaran Barnabas. Kalau dikatakan “ INJIL BARNABAS mengutuk seseorang memiliki isteri lebih dari seorang “ berarti INJIL BARNABAS memuat ucapan Yesus yang “ mengutuk seseorang memiliki isteri lebih dari seorang “. Pada pasal berapa dan ayat berapa dalam Injil Barnabas yang berisi kutukan terhadap seseorang yang memiliki isteri lebih dari seorang ? Dr. Robert A. Morey tidak mengungkapkan pasal dan ayat berapa dalam INJIL BARNABAS yang memuat ucapan Yesus yang “ mengutuk seseorang memiliki isteri lebih dari seorang “ tersebut . Ini merupakan upaya pengelabuan Dr. Robert A. Morey ! Kita menduga mungkin maksudnya ayat  INJIL BARNABAS  115 : 18  yang dikutip sebagai berikut :
Maka dari itu hendaklah seorang manusia itu merasa cukup menerima perempuan yang dikaruniakan  kepadanya oleh Allah Penciptanya dan hendaknya ia lupakan semua perempuan yang lain  .
Perhatikan bunyi ayat Barnabas 115 : 18 tersebut . Penyimakan atas ayat ini memberikan pemahaman  
1.       Tidak ada sama sekali kecaman atau kutukan Yesus terhadap seseorang yang memiliki isteri lebih dari seorang sebagaimana yang dikatakan Dr.Robert A.Morey untuk dipertentangkan dengan ayat Al Qur’an yang membolehkan seseorang laki-laki beristeri sampai empat orang . Dengan demikian Dr.Robert A. Morey telah berkhayal dan menjadikan khayalannya untuk berdusta melalui pernyataannya tersebut .
2.    Ayat Barnabas 115 : 18 tidak berbicara nominal tentang banyak isteri . Oleh karena itu kita bisa mengembangkan pemahaman atas kalimat ayat ini . Dan itu tidak salah . Dikatakan : “ merasa cukup menerima perempuan yang dikaruniakan kepada-nya oleh Allah Penciptanya dan hendaknya ia lupakan semua perempuan yang lain “. Ini memunculkan pertanyaan , apa maksudnya  perempuan yang dikaruniakan kepadanya oleh Allah Penciptanya ” itu ? Kalimat ini hanya dapat dipahami yaitu : Perempuan yang dikaruniakan Allah kepada seseorang ( laki-laki ) adalah dengan : melalui perkawinan yang sah . Perempuan yang diikat dengan perkawinan yang sah bisa saja satu orang , bisa dua orang , bisa tiga orang dan seterusnya . Dan dalam syariat Musa tidak ada larangan bagi seseorang laki-laki beristeri sampai ratusan perempuan . Buktinya Daud sebagai pelaksana syariat Musa mempunyai isteri 300 orang dan gundik 700 orang. Yesus adalah pelaksana syariat Musa. Tidak akan melarang apalagi mengutuk orang yang beristeri lebih dari satu. Berkaitan dengan itu , kalimat “ lupakan semua perempuan yang lain “ dipahami :  tidak boleh melakukan maksiat , berzina dan berselingkuh dengan perempuan lain tanpa ikatan perkawinan yang sah  karena sudah memiliki isteri sah , entah satu orang atau lebih
Dari analisis kedua aspek tersebut , bisa dilihat bagaimana dengan pernyataan demikian , Dr.Robert A. Morey telah melakukan manipulasi dan kebohongan atas INJIL BARNABAS  tentang ” poligami ” dengan tujuan untuk dipertentangkan dengan ajaran Al Qur’an sehingga ummat Islam dapat dibujuk agar menolak INJIL BARNABAS , padahal di sisi lain , INJIL BARNABAS tidak ada apa-apanya bagi ummat Islam untuk dijadikan dasar argumentasi tentang kebenaran Islam dan Al Qur’an . Tanpa INJIL BARNABAS – pun dan hanya dengan menggunakan BIBEL , ummat Islam bisa menunjukkan kebenaran Islam dan ketidak-benaran Kristen !  Hal lain yang perlu direnungkan, untuk apa Dr.Robert A. Morey mempertentangkan Injil Barnabas dengan Al Qur’an dalam masalah ” poligami ” ini terlepas dari kebohongan yang dilakukannya tersebut ?  Yesus dalam Perjanjian Baru ( Injil-Injil Kanonik )  tidak pernah menyinggung poligami . Ini berarti , Yesus berpegang kepada hukum Taurat dalam hal poligami . Bagaimana dengan poligami menurut hukum Torat Musa ? Tidak ada larangan untuk beristeri lebih dari satu. Nabi Daud as. mempunyai isteri yang sangat banyak. Begitu pula Nabi Sulaiman as. Padahal mereka taat kepada hukum Taurat. Dengan demikian , tidak ada larangan berpoligami dalam hukum Taurat. Bahkan poligami tanpa batas . Seorang laki-laki boleh saja berpoligami dengan wanita sebanyak-banyaknya.  Bahkan hukum ” Levirat ” atau - dalam bahasa Ibrani - ” Yibbum ” pun berlaku di kalangan Yahudi [1] ) yang memungkinkan seseorang yang sudah beristeri bisa berpoligami dengan memperisteri janda saudaranya . Ini merupakan satu syariat Torat yang tidak berlaku dalam syariat Al Qur’an . Ketika dua agama memiliki syariat sendiri , maka tidaklah benar jika mempertentangkan syariat antara kedua agama tersebut. Jadi terlalu berlebih-lebihan jika mengunjuk INJIL BARNABAS sebagai bertentangan dengan Al Qur’an untuk mem-pengaruhi ummat Islam agar bersama-sama dengan ortodoksi Kristen menolak INJIL BARNABAS , seakan-akan ummat Islam butuh dengan INJIL BARNABAS, padahal dalam dialog agama, ummat Islam tidak butuh dengan INJIL BARNABAS dan selalu menyajikan kajian berdasarkan INJIL-INJIL KANONIK ! .
Analisis atas kedua contoh pernyataan INJIL BARNABAS yang dikatakan Dr.Robert A. Morey  sebagai menentang Al Qur’an dan Hadist untuk mempengaruhi ummat Islam supaya ikut menolak INJIL BARNABAS , sesungguhnya menunjukkan kelemahan argumentasi Dr.Robert A. Morey.  Begitu pula pernyataan Dr. Robert A. Morey lainnya :    Sebagaimana halnya kaum Muslimin dapat menggunakan INJIL BARNABAS untuk menentang Alkitab , maka demikian juga orang non Muslim dapat juga menggunakannya sebagai alat untuk menentang Kitab Al-Quran dan Hadist  “ menunjukkan kekacauan pola berfikir Dr. Robert A. Morey. Runtut berfikir Dr. Robert A. Morey dengan pernyataan demikian adalah berikut.  Pertama, dalam pandangan Dr.  Robert A. Morey ummat Islam berpegang pada INJIL BARNABAS dalam menyanggah iman Kristen . Padahal ummat Islam justru lebih banyak menggunakan Injil-Injil Kanonik dalam dialog-dialog agama dengan penganut Kristen untuk membuktikan ketidak-benaran iman Kristen. Sedangkan Injil Barnabas boleh dikatakan tidak terpakai sama sekali terkecuali sebagai kajian ilmiah dan bandingan semata-mata. Bagaimana mungkin ummat Islam menggunakan Injil Barnabas yang tidak diakui penganut Kristen untuk menunjukkan ketidak-benaran iman    Kristen ? Kedua, ummat Islam perlu “ disadarkan “ bahwa ummat Islam jangan berpegang kepada Injil Barnabas karena ajaran dalam Injil Barnabas tidak memperkenankan beristeri lebih dari satu. Apa peduli Dr. Robert A. Morey tentang hal tersebut ? Dogma Kristen dengan pemahaman atas Injil-Injil Kanonik juga menyatakan tidak boleh beristeri dari satu . Bukankah dari aspek poligami  lebih menunjukkan pertentangan Injil-Injil Kanonik dengan Al Qur’an sekaligus menunjukkan kesamaan Injil-Injil Kanonik dengan Injil Barnabas ? Ketiga, oleh karenanya Dr. Robert A. Morey mengajak ummat Islam untuk sama-sama menolak Injil Barnabas. Bagaimana disuruh menolak Injil Barnabas karena ajaran Injil Barnabas tidak memperkenankan beristeri lebih dari satu padahal dogma Kristen dengan pemahaman atas Injil-Injil Kanonik juga menyatakan tidak boleh beristeri dari satu . Adakah kesintingan yang melebihi kesintingan pernyataan Dr. Robert A. Morey ?  Apakah Dr.Robert A.Morey percaya akan kebenaran Al Qur’an sekalipun bertentangan dengan kepercayaan dan dogma Kristen sekarang sehingga orang non Muslim ( - baca :  penganut Kristen – ZA ) dapat mempertentangkan Injil Barnabas dengan Kitab Al-Qur’an dan  Hadist  dalam upaya menolak Injil Barnabas ? Dan hal-hal apa saja yang terdapat dalam INJIL BARNABAS  yang bertentangan dengan Al Qur’an dan  Hadist ? Jika dengan dua contoh yang disajikannya sebagai bukti bahwa INJIL BARNABAS  menentang Al Qur’an dan Hadist yaitu tentang makan babi dan poligami, maka kedua contoh itu sangat tidak relevan untuk dipakai mempertentangkan Injil Barnabas dengan Al Qur’an dan Hadist. Terbukti kebohongan si  “ Doktor “ dengan pernyataannya tersebut .  Sesungguhnya untuk “ menentang Alkitab “ , ummat Islam tidak perlu menggunakan INJIL BARNABAS . Dengan menggunakan Bibel  ( Alkitab ) yang diakui kanonik oleh gereja Kristen sekarangpun, ummat Islam bisa membuktikan ketidak- benaran ajaran Kristen, dan membuktikan kebenaran ajaran Islam .
Dari semua  penjelasan yang dikemukakan  , nyata sekali  ketidak-benaran pernyataan Dr.Robert A. Morey : “ setiap orang Islam yang mengunggul-unggulkan ( mengelu-elukan ) INJIL BARNABAS adalah sama saja artinya dengan menusuk lehernya sendiri  “. Bahkan yang ada ialah : Dr. Robert A. Morey telah menusuk lehernya sendiri dengan pernyataannya tersebut, karena didasarkan pada kebohongan. Tidak ada ummat Islam yang mengelu-elukan Injil Barnabas dalam pengertian yang dikhayalkan penganut Kristen . Bahkan justru ummat Islam merasa heran dan kagum dengan terungkapnya keberadaan Injil Barnabas yang selama ini tersembunyi dan keterungkapannya muncul dari kalangan Kristen sendiri  bukan oleh ummat Islam .


[1] ). Hukum Levirat atau Yibbum ( dalam bahasa Ibrani ) adalah syariat yang mengharuskan saudara laki-laki yang masih hidup harus menikahi janda saudaranya ( tetapi tidak memiliki anak ) agar saudaranya yang sudah wafat tersebut  memperoleh “keturunan “ sehingga garis keturunan kakaknya tidak hilang . Hukum Levirat ini tecantum dalam ayat Ulangan 25 : 5-10  ( dikutip hanya ayat 5-6 ) :
-    Jikalau ada orang kakak beradik duduk seorang dengan seorang maka seorang mati tiada beranak , janganlah bini orang yang mati itu menjadi bini orang lain yang di luar melainkan hendaklah iparnya pergi mendapatkan dia dan mengambil dia akan bininya dan berbuat akan dia barang yang wajib atas ipar .
-   Maka hendaklah anak sulung  yang diperanakkannya itu dinamai dengan nama saudaranya , jangan dihapuskan dari antara Israil      

INJIL BARNABAS DAN SANGGAHAN EV.DR. sURADI

               PENOLAKAN   PENGANUT   KRISTEN TERHADAP
INJIL  BARNABAS DAN TANGGAPAN ATASNYA
Dari begitu banyak sanggahan penganut Kristen terhadap INJIL BARNABAS, barangkali sanggahan yang levelnya sangat rendah dan tidak bermutu sama sekali  adalah pernyataan sanggahan dr. Suradi. Dalam kajian ilmiah atas sebuah temuan arkeologi, pernyataannya lebih banyak menyesatkan ketimbang kebenaran. Namun bagaimanapun tidak bermutunya pernyataan-pernyataan dr. Suradi namun tetap diberikan sanggahan . Pernyataan-pernyataan dr. Suradi dapat dibaca dalam bull etin Gema Nehemia No.25, Edisi Paskah 1993. Dan pernyataan-pernyataan dr.Suradi dikutip sekaligus ditanggapi , sebagai  berikut 
 
has dalam tulisan ini ki dasar kajian sama sekali . Penetapan kepastian ini j
1.       Penginjil ( Evangelis ) dr. Suradi memberi pernyataan :“ Mustafa telah kecewa karena mencari nubuat untuk Muhammad di dalam Alkitab dari kitab Kejadian sampai dengan penutupnya yaitu kitab Wahyu tidak menemukannya . Nubuat ini diperlukan untuk membuktikan kebenaran kenabian Muhammad, tetapi tidak ditemukannya dalam Alkitab, maka dia , Mustafa ambil jalan pintas , potong kompas, bikin injil sendiri saja. Injil yang dibuat oleh Mustafa ini diberinya nama Injil Barnabas, nama salah seorang murid Yesus, tetapi Barnabas murid Yesus itu sendiri tidak pernah menuliskan Injil  “ .
Pernyataan dr. Suradi lebih banyak mendemostrasikan emosinya dan kebohongan ( -kalau tidak dapat disebut : kebodohan - ) daripada kajian ilmiah atas temuan arkeologi. Kita bisa bertanya kepada dr.. Suradi  dengan sejumlah pertanyaan :
a.    Dari manakah dr. Suradi mengetahui bahwa Mustafa telah kecewa karena mencari nubuat untuk Muhammad di dalam Alkitab dari kitab Kejadian sampai dengan penutup-nya yaitu kitab Wahyu tidak menemukannya ? Bukankah pernyataan anda yang demikian ini merupakan sebuah khayalan yang tidak didasarkan pada fakta ?
b.       Begitu pula, dari mana dr. Suradi  mengetahui bahwa Mustafa sebagai pengarang INJIL BARNABAS ? Bagaimana analisisnya ?. Siapakah Mustafa Al Arandi ?
Pernyataannya  benar-benar  asal  bunyi, penuh  khayalan  tanpa  dasar  sedikitpun. Tidak berkualitas sama sekali. Apalagi dr. Suradi memberi pernyataan : “ Barnabas murid Yesus itu sendiri tidak pernah menuliskan Injil  “ . Pernyataan dr. Suradi sangat jelas penuh dengan kebohongan . Kejahilannya tentang INJIL BARNABAS dan ketidak-tahuannya bagaimana pendapat para ahli tentang INJIL BARNABAS , ditunjukkan oleh pernyataannya . Telah ditunjukkan di bahagian terdahulu , sejumlah catatan yang ada dalam daftar gereja menunjukkan larangan membaca dan memiliki INJIL BARNABAS yang dikeluarkan petinggi Gereja ( Paus ) pada abad-abad awal Kristen.  Bukankah itu menjadi bukti bahwa INJIL BARNABAS memang ada dan dinyatakan sebagai kitab apokrif ? Siapa yang mengarangnya kalau bukan Barnabas ?

2.     Penginjil ( Evangelis ) dr. Suradi memberi pernyataan : “ Maka baik kepada orang Muslim, lebih-lebih kepada orang Kristen, saya himbau supaya mengetahui benar tentang adanya Injil Palsu Barnabas ini . Banyak cerdik cendekiawan Muslim yang sudah mengetahui kepalsuan Injil Palsu Barnabas ini dan menjadi malu mengguna-kannya serta malu pula untuk menyebut-nyebutnya . Namun masih banyak juga orang Muslim yang belum tahu tentang kepalsuan Injil Palsu Barnabas ini , lalu menggunakannya untuk membingungkan orang Kristen , yang kebetulan tidak tahu pula kepalsuan injil tersebut . Beritakan kepada semua orang , orang Muslim maupun Kristen bahwa Injil Barnabas adalah Injil Palsu    .
Pernyataan demikian, merupakan khayalan dr. Suradi. Kita minta pada dr. Suradi, silakan tunjukkan , siapa nama cerdik cendekiawan Muslim yang sudah mengetahui kepalsuan INJIL BARNABAS. Biasanya yang selalu ditunjuk adalah Abbas Mahmud Al Aqqad. Sebagai contoh , berikut disajikan pernyataan yang di ” posting ” melalui situs internet :
Mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad, guru besar yang terkenal di Universitas Al Azhar di Cairo Mesir, mengajak kaum Islam sedunia untuk menjauhkan diri dari “Injil Barnabas.” Dalam bukunya “Hayatul Masih fit Tarikh was Kusyufil ‘ashril Hadiets”, ( Cairo : Darul Hilal ) ia menguraikan kepalsuan Injil tersebut dan berkesimpulan bahwa kitab ini bukan saja menyerang ajaran agama Kristen tetapi juga ajaran agama Islam.
Memang meskipun kitab ini sekarang sering dipakai untuk menyerang ajaran Alkitab, tetapi buku ini tidak pernah dikenal hingga abad ke lima belas. Sarjana-sarjana Muslim yang terkenal seperti Al-Tabari, Al-Baidhawi dan Ibn Kathir tidak pernah mengutip Injil palsu ini. Di sini tidak ada tempat atau waktu untuk membahas pengarang dan asal usul “Injil Barnabas”. Tapi satu hal yang sangat jelas ialah bahwa Barnabas, pemberita Injil yang disebut di dalam Alkitab, tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan tulisan aneh ini. Dalam tulisan ini kami akan memfokuskan pada pembahasan beberapa ajaran pokok kitab ini dan atas dasar tersebut kita dapat menilai apakah buku ini benar atau palsu. Apa maksud Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad tatkala ia mengatakan kitab ini menyerang ajaran agama Islam? Meskipun ada banyak petunjuk bahwa penulis kitab “Injil Barnabas” memang seorang Islam, namun rupanya pengertian sang penulis tentang agama Islam dan Al-Quran sangat dangkal.
Selain itu tidak pernah  disebut nama cerdik cendekiawan Muslim lainnya. Tetapi bagaimana isi pernyataan Abbas Mahmud Al Aqqad dimaksud ?. Bisakah dikutipkan satu petilan lengkap pernyataan Abbas Mahmud Al Aqqad yang menuduh Injil Barnabas sebagai Injil palsu? Biasa penganut Kristen hanya menunjuk Abbas Mahmud Al Aqqad  tetapi sama sekali tidak menyebut Ulama Islam lain – ketika menyatakan kepalsuan Injil Barnabas  yang kata-katanya seakan-akan pasti benar ketika di sisi lain para pengkaji dari Muslim bahkan pengkaji Kristen sendiri memberikan perhatian tentang keaslian Injil Barnabas. Tetapi penunjukan tersebut sebenarnya hanya mengutip dari pernyataan penganut Kristen lain, yang semula dikutip pula dari pernyataan penganut Kristen lain, saling estafet tanpa mampu menunjukkan pernyataan Abbas Mahmud Al Aqqad yang sebenarnya. Dan belum tentu Abbas Mahmud Al Aqqad mengatakan seperti yang dikatakan penganut Kristen. Jika dr. Suradi tidak menunjukkan referensi yang memuat pernyataan para cendekiawan Muslim tersebut dan tanpa menyajikan pernyataan lengkap Abbas Mahmud Al Aqqad, berarti pernyataan dr. Suradi tidak lebih dari pernyataan khayalan yang didasarkan pada emosi dan jauh dari kajian ilmiah atas INJIL BARNABAS. Dan yang dilupakan oleh penganut Kristen yaitu jika benar Abbas Mahmud Al Aqqad mengatakan seperti yang disebut dr. Suradi ( - padahal tanpa kutipan pernyataan Abbas Mahmud Al Aqqad -) berarti Abbas Mahmud Al Aqqad menolak pernyataan-pernyataan dalam Injil Barnabas yang sejalan dengan akidah ummat Islam seperti : YESUS TIDAK DISALIB, YESUS BUKAN TUHAN, YESUS BUKAN ANAK ALLAH, YESUS HANYA DIUTUS UNTUK BANI ISRAEL, dan sebagainya. Ini berarti Abbas Mahmud Al Aqqad , bukanlah seorang Muslim melainkan seorang Kristen . Apakah demikian ?
Begitu pula supaya dr. Suradi bisa menunjukkan , siapa saja  orang Muslim yang belum tahu tentang kepalsuan Injil Palsu Barnabas, lalu menggunakannya untuk membi-ngungkan orang Kristen. Pernyataan-pernyataan demikian perlu dipertanggung-jawabkan supaya tidak terjadi fitnah. Dan hal yang paling penting, dr. Suradi harus bisa menunjukkan letak kepalsuan Injil Barnabas tersebut dan jangan hanya menyajikan pernyataan tanpa menunjukkan  ” fakta ” dan tanpa melakukan kajian atas” fakta ” tersebut. Apa gunanya diberitakan bahwa Injil Barnabas adalah Injil Palsu jika dr. Suradi tidak mampu menunjukkan kepalsuannya ?

3.    Penginjil ( Evangelis ) dr. Suradi memberi pernyataan : “ Aneh tetapi nyata , Mustafa bikin lubang , dia masuk lubang buatan tangannya sendiri . Dalam pasal  192 : 4  dia menulis : Seorang Ismail yang menulisnya “.
Dengan pernyataannya, tidak bosan-bosannya dr. Suradi berdusta dan mengelabui. Mengapa untuk membela tegaknya keyakinan diri harus dengan cara berdusta, menipu dan mengelabui ?  Untuk diketahui kata-kata “ Seorang Ismail yang menulisnya “ bukan pengakuan Mustafa Al Arandi sehingga dengan enaknya dr. Suradi berkata : “ Mustafa bikin lubang, dia masuk lubang buatan tangannya sendiri “. Ini juga khayalan dr. Suradi yang dibalut dengan kebohongan . Untuk jelasnya , penulis kutipkan ayat pasal 92  : 1- 4 berikut  :
Tidak ada dalam kitab itu bahwa Allah memakan daging ternak atau domba .
Tidak  ada  dalam  kitab  kitab  itu  bahwa  Allah  telah  mengurung  rahmat – Nya  pada keluarga Israil saja .
Tetapi Allah merahmati setiap orang yang memohon kepada Allah Penciptanya dengan benar .
Aku tiada sempat membaca kitab seluruhnya , karena kepala Imam – yang aku berada di ruang bacaan – melarang aku, katanya : “ Bahwa seorang Ismaeli yang menulisnya “.
Ayat Barnabas pasal 92  : 1- 4 yang dikutip menceritakan tuturan Yesus kepada ahli Torat           ( Nikodemus ) mengenai kitab Musa . Sekali lagi : KITAB MUSA bukan INJIL BARNABAS. Dr.Suradi terlalu mengada-ada penuh khayal dengan pernyataannya. esus ? S padahal kan begitu banyak kesamaannya . ian yang menyangkut akidah dasar yang Bagaimana mungkin Yesus berbicara mengenai INJIL BARNABAS padahal INJIL BARNABAS ditulis sesudah perginya Yesus ? Dalam ayat pasal 92 : 4, Yesus menceritakan bahwa “ Aku tiada sempat membaca kitab seluruhnya “. Mengapa ? Yesus mengungkapkan : “ karena kepala Imam melarang aku “. Apa alasan larangan itu ? Alasannya karena  menurut kepala Imam : “ Bahwa seorang Ismaeli yang menulisnya “. Lalu mana pengakuan Mustafa Al Arandi bahwa INJIL BARNABAS ditulis oleh orang Ismaeli ? Apakah bukan khayalan dr. Suradi penuh dusta dan mengelabui ketika menunjuk ayat  INJIL BARNABAS 132 : 4  ?  Sungguh mengherankan , kok tidak habis-habisnya pihak Kristen memunculkan dusta dan pengelabuan dalam menyajikan apologi untuk mempertahankan keyakinan Kristen yang dianut ! Hal ini mengingatkan kita pada ajaran Paulus –pendiri agama Kristen – dalam ayat Roma 3 : 7   :
Tetapi jikalau kebenaran Allah OLEH SEBAB DUSTAKU itu melimpah kepada kemuliaannya , apakah sebabnya aku lagi dihukumkan seperti orang berdosa ?
Dalam konteks ” eksistensi agama Kristen ” ayat ini bisa dikiaskan : ” Tetapi jikalau agama Kristen tegak OLEH SEBAB DUSTAKU itu melimpah kepada kemuliaannya , apakah sebabnya aku lagi dihukumkan seperti orang berdosa ? ” . Itulah yang telah dilakukan Dr. Robert A. Morey, Iskander Jadeed dan dr. Suradi ketika dengan penuh dusta dan pengelabu-an menyanggah pernyataan-pernyataan dalam Injil Barnabas.

4.        Penginjil ( Evangelis ) dr. Suradi memberi pernyataan : “ Mustafa menuliskan bahwa jumlah setan itu 6666 . Lagi-lagi dia menggali lubang dan jatuh ke dalamnya . Dia tidak akan menuliskan demikian sekiranya tahu bahwa jumlah ayat Al Qur’an itu juga 6666 . Oh kasihan banget . Kalau dia hidup pada saat ini bisa babak belur oleh kaumnya sendiri bahkan bisa terbunuh oleh mereka orang-orang Muslim ” . ( dr. Suradi menyajikan foto kopi berita Kompas , Rabu 10 Oktober 1990 , tentang Masjid Istiqlal  yang diarsiteki E. Silaban . Dalam berita itu diungkapkan pernyataan ulasan koran Kompas tentang menara setinggi 6666, yang melambangkan jumlah ayat dalam Al   Qur’an )
Pernyataan dr. Suradi lebih bersifat provokasi kebencian Salibisme Eropah terhadap Islam. Pada pasal berapa dan ayat berapa dari Injil Barnabas yang menyebut jumlah setan sebanyak 6666  ? Sayangnya tidak disebut oleh dr. Suradi. Tapi dapat dipastikan , mengenai ” jumlah setan ” sebanyak 6666  tercantum dalam pasal 21 ayat 6 . Perhatikan Injil Barnabas pasal 21 ayat 3 -6  :
Tiba-tiba ada seorang yang keluar di antara kubur-kubur , kemasukan Setan yang mendalam sehingga tidak satu rantaipun yang kuat mengikatnya dan menyebabkan bahaya bagi orang banyak .
Maka menjeritlah Setan-setan itu dari mulutnya , katanya : ” Ya Kudus Allah , mengapa engkau datang sebelum waktunya untuk menggusarkan kita ? ”.
Dan bermohonlah mereka kepadanya untuk tidak mengeluarkan mereka.
Lalu Yesus menanyakan , berapa jumlah mereka ?
Menjawablah mereka :’ ENAM RIBU ENAM RATUS ENAM PULUH ENAM ”.
Atas pertanyaan Yesus , maka setan-setan menjawab , jumlah mereka :  enam ribu enam ratus enam puluh enam . Kalau Barnabas menuliskan seperti itu , apa salahnya ? Yang penting bukan Barnabas yang menetapkan jumlahnya . Jadi , sebenarnya Injil Barnabas hanya mengungkapkan dialog Yesus dengan setan, bukan Injil Barnabas menetapkan jumlah setan.
Ummat Islam sangat tidak berkepentingan dengan ” permainan angka-angka ” yang menjadi hobi orang-orang Yahudi dan Kristen seperti yang ditunjukkan dr. Suradi . Apalagi terdapat perbedaan para ulama mengenai jumlah ayat Al Qur’an. Jika kita menghitung jumlah ayat Al Qur’an sebagaimana yang ada dalam Al Qur’an sekarang, fakta jumlahnya ( - tanpa kalimat    Bismillaahir-rahmanirrahim ”-) adalah 6299 ayat  dan jika kalimat ” Bismillaahirrahmanir-rahim ” dimasukkan dalam hitungan sebagai ayat maka jumlahnya 6412 . Tidak ada yang jumlahnya 6666 apalagi untuk dihubungkan dengan penyebutan jumlah setan sebanyak 6666 dalam Injil Barnabas. Benar-benar keterlaluan yang dilakukan oleh para penyembah manusia. Jika dr. Suradi berkilah bahwa tinggi menara Masjid Istiqlal 6666 cm sesuai dengan jumlah ayat dalam Al Qur’an  dan yang mengatakannya adalah Ulama Islam ( Solichin Salam ) seperti yang dimuat dalam koran Kompas , lalu mengapa dr. Suradi tidak mencoba saja menghitung langsung jumlah ayat dalam Al Qur’an untuk mengecek kebenaran pernyataan itu ?. Soalnya yang memberi pernyataan ulasan demikian adalah KORAN KOMPAS, corong Gereja Katolik di Indonesia dan tidak disebutkan yang mengatakannya adalah Ulama Islam ( Solichin Salam ) ! Inipun jika benar yang dikatakan dr. Suradi. Mengapa dr. Suradi tidak menyadari hal ini ?
Oleh karena hanya ulasan KORAN KOMPAS, corong Gereja Katolik di Indonesia maka bisa dimaklumi . Dan juga karena Ummat Islam sangat tidak berkepentingan dengan  permainan angka-angka ” yang menjadi hobinya orang-orang Yahudi dan Kristen maka tidak ada urusan bagi ummat Islam untuk membunuh seluruh pimpinan Redaksi Kompas beserta staf dan karywanannya lantaran mengatakan demikian ! Memang apa hubungan antara angka ” 6666 ” dengan jumlah ayat Al Qur’an yang cuma  6299 ayat  atau 6412 ? Jika koran Kompas menghubungkannya dengan angka ” 6666 ” yang dikatakannya sebagai jumlah ayat Al Qur’an , berarti yang melakukan kebohongan adalah Redaksi Kompas lalu kebohongan itu diestafetkan kepada dr. Suradi !  Benar-benar kualitas pernyataan dr. Suradi sangat rendah sehingga tidak layak disanggah tetapi terpaksa disanggah .

5.        Penginjil ( Evangelis ) dr. Suradi memberi pernyataan : “  Pasal 220 : 20  ; di sini tampak belangnya , di sini jelas palsunya . Seluruh Alkitab dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Wahyu tidak pernah menyebut nama Muhammad . Ismael sendiri , bapa orang Arab ,disebutkan dalam Alkitab sebagai KELEDAI LIAR  ( Kejad. 16 : 12  )  , tidak berkenan hidup dihadapan Allah ( Kejad.  17 : 18-19  ) .
Apa yang ditulis dalam Injil Barnabas pasal 220 : 20 , sehingga dijadikan bukti oleh dr. Suradi sebagai bukti  tentang  tampak belangnya , di sini jelas palsunya  Injil Barnabas ? Bukti kepalsuan Injil Barnabas diukur dr.Suradi dengan berkata : ” Seluruh Alkitab dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Wahyu tidak pernah menyebut nama Muhammad ” . Lalu dilanjutkan dengan caci maki : ” Ismael sendiri , bapa orang Arab ,disebutkan dalam Alkitab sebagai KELEDAI LIAR  ( Kejad. 16 : 12  )  , tidak berkenan hidup dihadapan Allah ( Kejad.  17 : 18-19  ) ” . Sebelum pernyataan dr. Suradi ditanggapi, kita simak Injil Barnabas 220 : 20  terlebih dahulu sebagai berikut :
Dan ini akan berlangsung sehingga datangnya MUHAMMAD RASUL ALLAH , yang apabila ia datang akan membongkar kepalsuan ini bagi mereka yang percaya dengan syariat Allah
Rupanya , karena ayat Barnabas pasal 220 : 20 menyebut nama ” MUHAMMAD RASUL ALLAH  ’ maka menurut dr. Suradi , Injil Barnabas terbukti kepalsuannya. Ukuran dr. Suradi untuk menegaskan demikian karena ” Seluruh Alkitab dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Wahyu tidak pernah menyebut nama Muhammad  ”.  Bukan mendasarkan pada kajian atas ayat-ayat Injil Barnabas itu sendiri. Padahal untuk menyatakan demikian perlu dilakukan kajian-kajian atas Bibel mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu . Ummat Islam tidak perlu meminta kepada penganut Kristen untuk membuktikan bahwa ” Seluruh Alkitab dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Wahyu tidak pernah menyebut nama Muhammad ” karena apa yang harus dibuktikan untuk  pernyataan yang menyatakan tidak adanya ?.  Anda tidak perlu membuktikan bahwa anda tidak punya uang ketika anda menyatakan tidak punya uang . Tetapi anda perlu membuktikan apa benar anda punya uang ketika anda mengakui punya uang . Oleh karenanya, ummat Islam-lah yang berkewajiban membuktikan adanya bukti-bukti ayat dalam Bibel/Alkitab tentang  dinubuatkan nama ’ MUHAMMAD ” sebagai NABI AKHIR ZAMAN ketika ummat Islam mengklaim bahwa dalam Bibel/Alkitab ada disebutkan nama atau dinubuatkan tentang ” MUHAMMAD ”. Penganut Kristen tidak perlu membuktikan tidak adanya.  Pembuktian tentang  dinubuatkan nama ’ MUHAMMAD ” sebagai NABI AKHIR ZAMAN dalam Bibel/Alkitab , telah dilakukan oleh pakar-pakar Islam di bidang Kristologi , juga mantan pendeta , pastor yang taubat dan berpindah ke agama Islam betapa dalam Bibel penuh dengan isyarat dan nubuat tentang nama Nabi Muhammad SAW.  Membicarakannya , perlu waktu dan tulisan tersendiri serta menjadi bagian yang perlu didialogkan dengan pihak Kristen ( khususnya dengan dr. Suradi sendiri ). Ini menunjukkan pernyataan dr. Suradi, hanyalah satu racauan yang tidak berdasar [1] ).
Selanjutnya dr. Suradi berkata : ” Ismael sendiri , bapa orang Arab , disebutkan dalam Alkitab sebagai KELEDAI LIAR  ( Kejad. 16 : 12  )  , tidak berkenan hidup dihadapan Allah ( Kejad.  17 : 18-19  ) . Untuk apa pernyataan ini ? Apakah hendak merendahkan Nabi Muhammad SAW  dan ummat Islam ( khususnya bangsa Arab ) ? Mari kita kaji ayat Kejadian 16 : 12 dan Kejadian 17 : 18-19 yang disebut dr. Suradi .
a.         Ayat Kejadian 16  : 12 .
Versi Alkitab LAI  1968  :
Maka kanak-kanak itu akan menjadi SEORANG BAGAI KELEDAI HUTAN LAKUNYA , dan tangannya akan melawan segala orang dan tangan segala orang pun akan melawan dia ; maka ia pun akan duduk pada sebelah timur segala saudaranya
Versi Alkitab LAI 1976 -2000
Seorang laki-laki yang LAKUNYA SEPERTI KELEDAI LIAR , demikianlah nanti anak itu ; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya
Versi Holy Bible    
And HE WILL BE  A WILD MAN ; his hand will be againts every man and every man’s hand againts him ; and shalt call dwell in presence of all his brethren .
( Dan ia akan menjadi MANUSIA LIAR ; tangannya  akan  melawan  setiap  orang  dan  tangan setiap orang akan melawannya ; dan ia akan bermukim di hadapan saudara-saudaranya )
Kata ” A wild man ” versi Holy Bible , diterjemahkan dengan ” Manusia Liar ”. Mungkin terjemahan yang sangat harfiah, tetapi maknanya menunjukkan sebagai : manusia yang kehidupannya penuh dengan pergulatan-pergulatan fisik dan psikis  , suatu keadaan yang dimiliki oleh orang yang hidup di padang belantara. Menurut kamus ” AN ENGLISH – INDONESIAN DICTIONARY ” John M.Echols – Hassan Shaddily , kata ” Wild ” sebagai kata benda ( ” wilds ” ) berarti  : daerah liar , hutan belantara/rimba  dan sebagai kata sifat , berarti : liar, gila, sembrono, ribut.  
Perhatikan ketiga versi ayat Kejadian 16 : 12  yang dikutipkan di atas . Yang benar , apakah  sebagai keledai liar ” ( versi Alkitab LAI 1968 ) ataukah ” sebagai keledai hutan ” ( versi Alkitab LAI 1976-2000 ) ataukah ”  will be a wild man ” ( akan menjadi manusia  liar )  ( versi Holy Bible ) ?  Perbedaan yang membingungkan ! . Tapi sayang penganut Kristen tidak pernah bingung dengan perbedaan ini. Seorang mantan Pastor Katholik Roma dari sekte Uniate Khaldean Church bernama Prof. David Benyamin Keldani - dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Abdul Ahad Dawud - menjelaskan  istilah yang berbeda tersebut .
Kosa kata Ibrani yang diterjemahkan dengan ” keledai liar ” ( versi Alkitab LAI 1968 ) atau  keledai hutan ” ( versi Alkitab LAI 1976-2000 ) atau ”  a wild man ” ( manusia   liar ) ( versi Holy Bible ) adalah kata ” para ” satu bentuk kata kerja yang berarti : ” berbuah ” atau  ber-kembang banyak ”. Dan kata ” para menunjukkan : orang yang sangat subur . Sejalan dengan ayat Kejadian 15 : 5, ayat Kejadian 17 : 6 dan  ayat Kejadian 22 : 17 yang berisi penegasan janji dari Allah kepada Ibrahim :
Maka oleh Tuhan di bawa akan dia ke luar lalu firmannya : ” Tengadahlah olehmu ke langit , bilanglah segala bintang , jikalau kiranya dapat engkau menbilang dia ” ; maka firman Tuhan kepadanya : ” Demikianlah akan jadi anak-cucumu  ( Kejad. 15 : 5 )
Maka aku akan membiakkan dikau terlalu amat dan Aku akan menjadikan beberapa bangsa dari padamu dan raja-raja pun akan berpancar daripadamu  ( Kejad. 17 : 6  )
Bahwa sesungguhnya Aku akan memberi berkat besar akan dikau dan Aku akan memperbanyakkan anak-buahmu  seperti  bintang  di langit  dan  seperti  kersik di tepi pantai ; maka anak buahmu ini pun akan mempunyai pintu negeri segala musuhnya  ( Kejad. 22 : 17  )
Dan juga sejalan dengan janji Allah kepada Hajar , ibunda Ismail :
Dan lagi  kata  Malaekat Tuhan  kepadanya  : ” Bahwa  Aku akan memperbanyakkan amat anak buahmu sehingga tiada terpermanai banyaknya . ( Kejad. 16 : 10 )
Kata ” para identik dengan kosa kata bahasa Arab : ” wafara ” yang juga bermakna sama.  Dan Ismail putera sulung Ibrahim disebut dengan ” para ” ( ” berbuah ” atau ” berkembang banyak ”atau ” orang yang sangat subur ”. Tetapi mengapa Gereja Kristen mengubahnya menjadi ”  keledai liar ” ( versi Alkitab LAI 1968 ) atau ” keledai hutan ” ( versi Alkitab LAI 1976-2000 ) atau ”  will be a wild man ” ( akan menjadi manusia   liar ) ( versi Holy Bible ) ?   Ini merupakan bagian dari upaya Yahudi dan dilanjutkan oleh Kristen untuk menyingkirkan nama ” Ismail ” sebagai : BAPAK DARI MESSIAH ( NABI AKHIR ZAMAN ) yang dinanti-nantikan ummat manusia , akibat kedengkian karena mereka menyadari bahwa memang ”Ismail ” adalah  BAPAK DARI MESSIAH ( NABI AKHIR ZAMAN ).  Prof. David Benyamin Keldani berkata [2] ) :
.... oleh Gereja Kristen diterjemahkan menjadi ” keledai liar ” ! Bukankah sebuah tindakan memalukan dan durhaka menyebut ISMAIL sebagai ” KELEDAI LIAR ” padahal Tuhan menyebut dia dengan ” ( yang ) BERBUAH BANYAK ” dan ” ( yang ) BERKEMBANG BANYAK  ” ?
Memang sangat keterlaluan dan satu kedurhakaan jika menyamakan ISMAIL ANAK SULUNG IBRAHIM dengan KELEDAI LIAR , padahal menurut Bibel sendiri dalam ayat  Kejadian   21 : 20 jelas-jelas dikatakan bahwa ISMAIL DISERTAI ALLAH .
Maka DISERTAI ALLAH AKAN BUDAK ITU  sehingga besarlah ia lalu iapaun duduklah di padang belantara dan menjadi seorang pemanah
Begitu pula , Bibel menegaskan bahwa ALLAH MENDENGAR SUARA  ISMAIL dan karenanya diberi nama ” ISHMA-EL ” . Kita baca ayat Kejadian 21 : 18 :
.... Janganlah takut karena TELAH DIDENGAR ALLAH AKAN SUARA BUDAK ITU dari tempatnya .
Juga Kejadian 17 : 20  mengungkapkan betapa Allah secara langsung menegaskan bahwa ALLAH MEMBERKATI ISMAIL yaitu  :
Tentang  Ismael , Aku akan mendengarkan permintaanmu  ; IA AKAN KUBERKATI...........
Perhatikan ! Ismail anak Ibrahim yang ” DISERTAI ALLAH AKAN BUDAK ITU ” dan            TELAH DIDENGAR ALLAH AKAN SUARA BUDAK ITU ” juga ” IA AKAN KUBERKATI ...... ” dibandingkan dengan KELEDAI LIAR . Jelas ada satu manipulasi makna dalam penterjemahan Bibel oleh Gereja Kristen dan segala sektenya . Padahal tiga atribut penegasan Allah tentang Ismail justru TIDAK DINYATAKAN KEPADA ISHAK !  Kata ” KELEDAI LIAR ” yang sebenarnya sebuah ungkapan termanipulatif justru sangat menyenangkan penganut Kristen yang penuh  dengan semangat perang Salib, karena berkesempatan untuk mencaci maki dengan kata-kata tersebut kepada ummat Islam dan Nabi Muhammad saw, padahal justru menunjukkan kebodohan mereka yang melebihi keledai liar.
Dari penjelasan di atas  betapa tidak berdasarnya pernyataan dr. Suradi dengan mengangkat ayat Alkitab Kejad. 16 : 12  yang menyebut ISMAIL sebagai KELEDAI LIAR . Tidak ada nalar yang ditampilkan dr. Suradi kecuali dogmatis berdasarkan satu versi Alkitab , padahal versi lain tidak menyatakan demikian .
b.        Ayat Kejadian 17 : 18-19
Maka sembah Ibrahim kepada Allah : ” Ya Tuhan , biar apalah Ismail saja hidup di hadapan hadiratmu .
Maka firman Allah :” Bahwa sesungguhnya Sarah , isterimu itu  beranak kelak bagi-mu seorang anak laki-laki seorang ; hendaklah engkau namai akan dia : ISHAK  ; maka Aku akan meneguhkan perjanjianku dengan dia , yaitu suatu perjanjian yang kekal serta dengan anak buahnya yang kemudian daripadanya  ”.
Akan ada kesulitan bagi dr. Suradi untuk mencocokkan pernyataannya :    tidak berkenan hidup dihadapan Allah ( Kejad. 17 : 18-19  ) ” dengan ayat Kejadian 17 : 18-19 yang dikutipkan ini , karena tidak ada petunjuk sama sekali dalam ayat tersebut untuk menyatakan bahwa ” Ismail tidak diperkenankan hidup di hadapan Allah ”.  Permasalahannya sangat sederhana yaitu sumber kutipan dari ayat Kejadian 17 : 18-19 di atas adalah Alkitab LAI 1968  , sedangkan dr. Suradi merujuknya pada ayat Kejadian 17 : 18-19  Alkitab LAI 1976 -2000 , yang bunyinya :
Dan Abraham berkata kepada Allah : ” Ah sekiranya Ismael diperkenakan hidup di hadapanMu ” .
Tetap Allah berfirman :” Tidak , melainkan isterimu Sarah –lah yang akan melahirkan , anak laki-laki bagimu  ; dan engkau akan menamai dia : ISHAK  ; dan Aku akan mengadakan perjanjianKu dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya  ”.
Terkesan memang , yaitu dari ayat Kejadian 17 : 19 versi Alkitab LAI 1976-2000 ini seakan-akan Tuhan menolak permintaan Ibrahim tentang Ismail yang disebut dalam ayat Kejadian 17 : 18 . Tetapi kajian kritis atas teks ayat sebenarnya tidaklah demikian . Pernyataan ayat Kejadian  17 : 19  hanya terbatas pada informasi Tuhan kepada Ibrahim tentang anak dari isterinya Sarah yang akan diteguhkan dengan satu perjanjian . Bukan dalam pengertian menolak permintaan Ibrahim tentang Ismail sebagaimana yang tercantum dalam ayat Kejadian 17 : 18 . Hal ini sesuai pula dengan ayat Kejadian 17 : 19 versi Alkitab LAI 1968 .  Lalu bagaimana dengan permintaan Ibrahim tentang Ismail dalam ayat Kejadian 17 : 18  ? dr. Suradi jangan melupakan ayat lanjutannya yaitu Kejadian 17 : 20  :
Tentang Ismael, AKU AKAN MENDENGARKAN PERMINTAANMU ; ia akan Kuberkati , kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar .
Perhatikan ! Allah berkata kepada Ibrahim : ” Tentang  Ismael, AKU AKAN MENDENGAR-KAN PERMINTAANMU ” .  Ini merangsang rasa keingin-tahuan pencari kebenaran . Apa permintaan Ibrahim sebelumnya sehingga Allah memberikan janji untuk mendengarkan permintaan Ibrahim tentang Ismail ? Baca pasal-pasal Kitab Kejadian sebelum pasal 17 ayat 20. Ternyata, satu-satunya permintaan Ibrahim yang berkenaan dengan Ismail justru yang tercantum dalam  ayat Kejadian 17 : 18  : ” Ah sekiranya Ismael diperkenakan hidup di hadapanMu ” . Itulah permintaan Ibrahim yang didengar oleh Allah karena memang tidak ada permintaan lain dari Ibrahim tentang Ismail kecuali yang disebutkan dalam Kejadian 17 : 18 . Dengan demikian , terlepas dari perbedaan versi-versi Alkitab LAI , bunyi ayat Kejadian 17 : 19 tidak bisa diartikan sebagai : PENOLAKAN TUHAN terhadap Ismail untuk hidup di hadapan Tuhan melainkan PENERIMAAN TUHAN terhadap Ismail. Pemahaman dr. Suradi yang ditangkap dari pernyataannya , jelas sekali sangat salah.
Dengan semua uraian  yang menyinggung Kejadian 16 : 12 dan ayat Kejadian 17 : 18-19 , betapa keliru dr. Suradi dengan pernyataannya yang hendak mencoba menafikan dan menolak adanya nama ” MUHAMMAD ” dalam Bibel sekaligus mencoba menyatakan kepalsuan Injil Barnabas lantaran menyebut nama ” MUHAMMAD ”.

6.     Penginjil ( Evangelis ) dr. Suradi memberi pernyataan : “  Matius , Markus , Lukas , Yohanes , Petrus dan Paulus , semuanya menuliskan bahwa Yesus mati di kayu salib tetapi pendusta , penyesat dan pembunuh manusia , menuliskan Yesus tidak mati   .
Ada nada kemarahan luar biasa dalam pernyataan dr. Suradi yang tampak dari kata-kata ” tetapi pendusta , penyesat dan pembunuh manusia , menuliskan Yesus tidak mati   lantaran pihak lain mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan dogma Kekristenan yang dianut  yaitu ” Yesus tidak mati ” ( - mungkin maksudnya : ” Yesus tidak mati disalib  ” - ) . Kita bertanya kepada dr. Suradi , siapakah yang dimaksud dengan : ” pendusta , penyesat dan pembunuh manusia , menuliskan Yesus tidak mati “ yang mengatakan Yesus tidak mati disalibdalam pernyataannya ? . Ummat Islam, sebagaimana pula dengan sekte-sekte Kristen awal (- bukan sekte Goyim pengikut Paulus -) , memang meyakini bahwa Yesus tidak mati disalib . Ada dasar kuat tentang Yesus tidak mati disalib . Hal ini telah diurailkan pada bagian 9 : ” Injil Barnabas Dan Kisah Penyaliban ” berdasarkan ayat-ayat Bibel sendiri . Oleh karena itu, mengatakan Yesus mati disalib adalah pendusta , penyesat dan pembunuh manusia  “ tidak lain ditujukan kepada ummat Islam. Sehubungan dengan pernyataan dr. Suradi yang demikian , berarti dr. Suradi telah menuduh ummat Islam sebagai  pendusta , penyesat dan pembunuh manusia  ” hanya karena berpendapat dan menulis bahwa Yesus tidak mati disalib.  Ini merupakan pernyataan yang sangat keterlaluan. Ada semangat permusuhan Salibisme Eropah yang menyala-nyala dalam pernyataan dr. Suradi ini lantaran ummat Islam menolak kepercayaan ” Yesus tidak mati disalib  . Fakta sejarah berbicara bahwa sesungguhnya yang terjadi justru penganut Kristen-lah yang telah menyajikan diri sebagai pendusta , penyesat dan pembunuh manusia ”. Bibel pun membenarkan tindakan ini. Dibutuhkan uraian dan penjelasan secara khusus yang panjang tentang kesadisan dan kekejaman penganut Kristen, sehingga tidak disajikan pada tulisan ini.  Namun demikian perlu disajikan secara singkat tentang kekejaman dan sadisme yang diperagakan penganut Kristen terhadap lawan kepercayaaannya terutama terhadap ummat Islam, seperti dalam perang salib yang dilancarkan penganut Kristen terhadap ummat Islam.  Dr. Jerald F. Dirk dalam bukunya ” ABRAHAMIC FAITHS ” menulis dan menguraikan hal tersebut sebagai berikut  [3] ):
Daftar berikut ini hanyalah menyoroti BEBERAPA KEKEJAMAN ISLAMOFOBIS  lebih parah yang dilakukan oleh tentara-tentara Salib atan nama Kristus .
-    Akhir tahun 1168, Bilgays  jatuh di  tangan  tentara  Raja  Amalrik  dari Yerusalem bersama pasukannya yang menyatakan diri sebagai tentara salib Kristen. Seluruh penduduk dihukum mati, begitu kota tersebut jatuh. Laki-laki , perempuan dan anak-anak seluruhnya dibantai tanpa kecuali , tanpa membedakan antara pasukan militer dan warga sipil yang tidak ikut berperang .
Lebih  jauh  lagi , ketika  fanatisme  agama  acap kali  tak tahu batas , tentara-tentara Salib tidak
lagi membedakan antara penduduk Muslim dan Kristen Koptik dalam serangan mengerikan terhadap penduduk kota. Baik warga Muslim maupun orang-orang Kristen non Barat menjadi korban pembantaian nan keji itu
-    Pada 1194, pada saat Perang Salib Ketiga, kurang lebih 3.000 warga sipil yang tidak ikut berperang ( termasuk perempuan dan anak-anak ) serta seluruh tawanan perang , dieksekusi di Kastil Acre di bawah perintan Richard Berhati Singa, sang Raja Inggeris dan Duke Normandia. Pada waktu dieksekusi, orang-orang tersebut jelas-jelas tidak mampu mempertahankan diri . Kurang lebih 2.700 orang di antara korban itu merupakan tentara-tentara yang dijadikan tawanan perang , sementara 300 korban lainnya terdiri atas perempuan dan anak-anak . Ketika dibebani tahanan perang yang beragama Islam, solusi Raja Richard adalah cukup mengeksekusi mereka saja .
Salah satu tentara paling berjaya yaitu Rayond of Aguiles , mengenang pastispasinya dalam kekejaman-kekejaman di Yerusalem . Inilah petikan komentar-komentarnya .
Pemandangan indah harus disaksikan . beberapa laki-laki di antara kami ( yang tergolong lebih berbelas hati ) memenggal kepala-kepala musuhnya , yang lainnya memanahnya sehingga meraka jatuh dari menara-menara ; yang lain lagi menyiksa mereka lebih lama dengan melemparkan mereka ke dalam api . Gundukan kepala , tangan dan kaki terlihat di jalanan kota . Perlu berhati-hati mencari jalan di antara tubuh-tubuh manusia dan kuda . Namun ini semua masalah kecil dibandingkan dengan apa yang terjadi di Kuil Solomon , sebuah tempat lazimnya dilantunkan doa-doa .........  di Kuil itu dan beranda Solomon , manusia bergerak perlahan dalam genangan darah yang mencapai lutut mereka dan tali kekang kuda .
-  Namun ternyata , tindakan-tindakan keji pasukan Salib Kristen tersebut sepanjang penjarahan dan penghancurn Yerusalem, belumlah apa-apa dibandingkan peristiwa-peristiwa selanjutnya menyusul jatuhnya Ma’arra alam Perang Salib Pertama yang dimulai pada 12 Desember 1098. Selama tiga hari , paukan Salib yang menang , membantai setiap laki-laki , perempuan dan anak-anak di kota itu. Angka kematian luar biasa tinggi dan ribuan demi ribuan orang dipancung. Kekejaman tidak terbayangkan itu tidak berhenti sampai di situ saja . Pasukan Salib yang menang, benar-benar mem-praktekkan kanibalisme massal di depan mantan penduduk Ma’arra . Dua catatan saksi mata yang indepneden dari barisan pemenang Kristen, penting kiranya untuk dicrmati. Yang pertama ditulis Radolph of Caen yang menyebut orang Islam sebagai para penyembah berhala.  Keterangan kedua ditulis oleh Albert of Aix .
Di  Ma’arra , pasukan – pasukan kami merebus orang-orang penyembah berhala dewasa dalam panci-panci masak ; mereka menusuk anak-anak dengan tusukan daging dan melahapnya setelah dipanggang .
Pasukan kami bukan saja tak segan-segan menyantap orang-orang Turki dan Saracen yang mati , mereka juga memakan anjing-anjing.
Sejarah jarang merekam kebrutalan dan kekejian semacam itu , yang dilakukan terhadap para penganut semua agama ( Islam ) oleh mereka yang mengaku sebagai pendukung-pendukung agama lain  ( Kristen ) .
Sekarang kita boleh bertanya kepada dr. Suradi , berdasarkan fakta sejarah yang disajikan , siapakah yang lebih tepat disebut sebagai pendusta , penyesat dan pembunuh manusia ” ?
Mengenai pernyataan dr. Suradi : ” Matius, Markus , Lukas , Yohanes , Petrus dan Paulus , semuanya menuliskan bahwa Yesus mati di kayu salib  ” maka pertanyaan, siapakah yang dimaksud dengan ”  Matius , Markus , Lukas , Yohanes yang disebut ? Apakah murid-murid Yesus ? Siapa pula dengan Paulus ? Apakah dia murid Yesus ? Bukankah Paulus yang menyelewengkan ajaran Yesus Kristus ? Dan bagaimana pula dengan sejarah penulisan Bibel sehingga memberikan ” kesaksian ” tentang Petrus yang mengakui Yesus mati disalib ? . Semua ini harus jelas dulu . Rupanya dr. Suradi belum mengetahui bagaimana sejarah penulisan Bibel . Dengan demikian pernyataannya di atas tidak membatalkan keberadaan INJIL BARNABAS , yang membuatnya trauma lantaran INJIL BARNABAS menggoyang dogma Kristen ajaran Paulus yang dianut , bukan menganut ajaran Yesus Kristus .
Demikian sanggahan atas pernyataan-pernyataan pihak Kristen yang mencoba menyajikan berbagai alasan untuk menolak kebenaran Injil Barnabas. Ternyata, alasan-alasan yang disebutkan dalam argumentasi pihak Kristen justru penuh dengan manipulasi dan pengelabuan atas ayat-ayat Injil Barnabas. Mereka mencoba mencari ” kesalahan ”  Injil Barnabas dengan mengintip hal-hal yang menunjukkan kelemahan Injil Barnabas. Tetapi , apa yang disebut            kesalahan ” Injil Barnabas tidak lain adalah produk kebodohan pihak Kristen sendiri yang menyatakannya sebagai kelemahan Injil Barnabas .
Sanggahan atas pernyataan-pernyataan penganut Kristen – yang dipresentasikan oleh tiga orang : Dr. Robert A. Morey – Iskander Jadeed dan Ev. Dr. Suradi – ketika menolak Injil Barnabas mencoba membuktikan bahwa  argumentasi yang diberikan mereka ternyata penuh dengan pengelabuan , sehingga tidak bisa dipercaya . Dan perlu dikemukakan bahwa salah satu alasan penolakan terhadap Injil Barnabas oleh penganut Kristen – terutama para pakar Bibel – karena adanya penyebutan nama ” Muhammad ” secara tegas dan terang dalam penubuatan yang disebutkan Injil Barnabas. Alasan mereka :  Tidak dapat diterima oleh akal bahwa demikian itu tertulis sebelum lahirnya agama Islam karena kebiasaan di dalam nubuat-nubuat adalah dipakainya kiasan atau isyarat  ”. Alasan demikian belum mendapatkan dalil dan bukti yang tegas. Lebih didasarkan pada sikap mempertahankan dogma Kristen yang dianut daripada melakukan kajian terhadap ayat Injil-Injil Kanonik. Mengatakan ” ... kebiasaan di dalam nubuat-nubuat adalah dipakainya kiasan atau isyarat  ....    merupakan pendapat pribadi tanpa dasar. Apa salahnya jika menyebut langsung nama yang dinubuatkan. ? Sebagai salah contoh adalah disebutnya ” Paraklet ” dalam Injil Yahya . Sejumlah pakar seperti  Prof. David Benyamin  seorang Pendeta Katolik Roma Sekte Uniate Khaldean - yang kemudian masuk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ahad Dawud – menegaskan bahwa  penggunaan kata  Paraklet ” yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan : PENGHIBUR atau PENOLONG  sebenarnya adalah ” Periqlytos ” yang berarti  YANG PALING TERKENAL, TERMASYHUR DAN PATUT DIPUJI  dan dalam bahasa Arab  berarti : AHMAD atau MUHAMMAD . Dengan demikian , sesungguhnya Injil Yahya yang menyebut ” paraklet ” bukan dalam arti kiasan atau isyarat melainkan menunjuk kepada nama seseorang, dalam hal iniadalah Nabi Muhammad saw.
Muhammad Rasyid Ridha , pemimpin majalah Al Manar Mesir dalam Mukaddimah  Injil Barnabas terjemahan bahasa Arab mengungkapkan , Syekh Muhammad Bram telah menukil dari seorang perantau berbangsa Inggeris yang melihat di dalam perpustakaan Paus di Vatikan , sebuah naskah Injil dengan tulisan Himyar yang dibuat jauh sebelum Nabi Muhammad saw . Di dalam Injil naskah Himyar ini , Yesus ( al Masih ) berkata : ” Dan aku memberita-gembirakan tentang seorang Rasul yang akan datang kemudian daripadaku namanya AHMAD ”. Kalimat ini secara hurufiah persis sama dengan ayat Al Qur’an Ash Shaaf 6 . Tetapi tidak ada seorang Muslim yang mengatakan bahwa mereka pernah melihat naskah Himyar ini dan mengutipnya . Oleh karenanya alasan penolakan pihak Kristen tersebut, tidak bisa diterima .


[1] ).Tetapi fakta berbicara, ketika berdialog dengan penulis tentang NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD DALAM BIBEL , ternyata dr. Suradi menghindar dari tema dialog tersebut .
 [2] ).  Prof. David Benyamin Keldani , hal. 191
[3] ).  Dr. Jerald F. Dirk ,  ABRAHAMIC FAITHS , hal. 208 -210